Search

Sila Sveta

The sun is gone, but I have a light – Kurt Cobain

Tag

Luhan

Into A Dangerous Mind ( Chapter 4 )



Into A Dangerous Mind


Luhan berdiri di depan pintu rumah Sehun dan meyusun keberanian untuk mengetuk pintu. Ia telah melewati beberapa jam setelah Baekhyun pergi, sambil menunggu dua teman Sehun juga pergi dari lingkungan ini. Bukan tanpa alasan ia melakukan hal itu. Ia hanya tidak ingin Park Chanyeol bertanya-tanya tentang temannya –Baekhyun, dan ia tidak tahu juga harus menjawab apa jika pria ikal itu bertanya tentang sikap Baekhyun tadi.

 

‘Masuk saja, Luhan…’

 

Luhan tersentak kaget saat mendengar suara Sehun di dalam kepalanya. Ia urungkan niatnya untuk mengetuk pintu terlebih dahulu seperti kebiasaan sopan orang-orang. Sebagai gantinya, ia malah mengusap pelipisnya yang berkeringat, entah karena apa, mungkin gugup?

 

“A –aku masuk ya…”

 

‘Ya, aku di belakang…’ pikiran Sehun menjawab ucapannya. Continue reading “Into A Dangerous Mind ( Chapter 4 )”

Into Dangerous Mind ( Chapter 3 )


Into A Dangerous Mind Poster


-Chapter 3-


Pagi mengumumkan diri dengan semburat cahaya yang masuk menerobos melalui jendela. Luhan masih sempat menggosok kelopak matanya sebelum ia memutuskan untuk bangkit. Keadaannya kacau. Bibirnya mengeluarkan bunyi decakan ketika ia menyibak selimut, dan ia mengumpat. Apa yang lebih buruk ketimbang terbangun di pagi hari dengan selangkangan yang basah?

 

Tak peduli dengan hawa dingin yang menyengat kulit, Luhan mengguyur tubuh sambil bersenandung, berusaha menepis isi kepalanya yang terasa sakit dan memar akibat mimpi erotis yang ia pikir terjadi. Ia masih sempat menatapi pria kurus –penata taman berpakaian serba hijau di luar jendela kamar saat ia menggosok rambut basahnya dengan handuk, namun langsung menutup gorden dengan gerakan tak sopan ketika penata taman itu melirik padanya.

 

Dengan cacing perut yang berteriak meminta asupan, Luhan melangkah menuju dapur, dan ia terdiam seketika saat matanya menemukan punggung seorang lelaki asing berdiri di tepi meja. Agak takut, namun ia memaksakan diri untuk menyapa.

 

“Kau…” Continue reading “Into Dangerous Mind ( Chapter 3 )”

Into A Dangerous Mind ( Chapter 2 )


Into A Dangerous Mind Poster


Chapter 2


Sebenarnya masih terlalu pagi untuk kunjungan tamu, namun bel yang terus-menerus berbunyi membuat fokus Sehun terpecah dari koran harian yang ia baca. Dengan membawa Glock 9mm dari meja di sebelahnya, ia melangkah menuju pintu dan mengintip melalui lubang kecil yang terdapat pada pintu tersebut. Bibirnya mengulas senyuman geli ketika matanya melihat sosok pria tinggi yang mengenakan celana pendek bermotif army, dalaman hitam serta kemeja oranye berlogo perusahaan TV kabel, berdiri di depan pintu rumahnya. Rambut cokelat ikal pria itu tertutup oleh topi dengan logo yang sama pula.

“Sebentar,” Sehun berkata melalui pintu. Ia menyimpan Glock pada ikat pinggang bagian samping belakang celana jinsnya, kemudian ia membukakan pintu.

“Park Chanyeol, dari Cox Cable. Aku datang kesini untuk melakukan instalasi,” kata pria tinggi itu.

Sehun melangkah mundur dan mempersilahkan pria itu masuk, kemudian ia menutup pintu. Sehun menatap pria tinggi itu dari atas ke bawah, dengan ekspresi yang begitu serius. “Apa aku dapat memasang HBO dan internet berkecepatan tinggi?” tanyanya.

“Jangan muluk-muluk kau bocah!” jawab Chanyeol sambil tertawa, memukul lengan Sehun dengan kepalan tangannya.

Sehun juga ikut tertawa. “By the way, Chanyeol –kau terlihat sangat manis dengan pakaian petugas TV kabel,” katanya. Continue reading “Into A Dangerous Mind ( Chapter 2 )”

Affrontement (Chapter-2)


“Dan kami bertemu di bawah lampion merah saat malam festival itu. Sejak pertama melihat Luhan gege, aku sudah yakin jika aku telah jatuh pada pesonanya bahkan pada  pandangan pertama,” ucap Suri berapi-api, sementara salah satu bibir Luhan berkedut naik,  tersenyum.

 

“Oh, bagus sekali,” komentar Ibu Sehun dengan senyuman yang belum pernah memudar sejak tadi, sementara Sehun mendengus tak suka. Gerakan sekecil apapun membuatnya jengkel setengah mati, apalagi saat telinganya mendengar segala pujian penuh pemujaan yang keluar dari bibir  Luhan untuk adik perempuannya di antara obrolan tak bermutu ini.

 

Apa kau tahu? Sehun tak mempercayai pria bersurai cokelat madu itu. Ketika matanya melirik pada dua orang yang disebut-sebut sebagai keluarga Luhan, -si blonde tampan dan gadis pendiam yang sedari tadi hanya menatap salad mixed herb dan baby potato di hadapannya tanpa terlihat memiliki minat untuk menyantapnya sama sekali, Sehun masih menimbang-nimbang di dalam hati tentang apa-apa sajakah hal yang pernah ia lewatkan selama ia mengenal Luhan ‘dulu’, sampai-sampai ia tak mengetahui bagaimana bisa kedua orang itu menjadi kakak dan adik dari pria manis yang duduk tepat di hadapannya saat ini. Continue reading “Affrontement (Chapter-2)”

Affrontement (Chapter 1)


“Apa yang harus kulakukan agar kau bahagia?”

 

“Sangat mudah. Enyah saja dari hidupku, maka aku akan bahagia.”

aff


AFFRONTEMENT


HunHan | Yaoi | Mature | Hurt & Comfort | Romance

Mata Luhan terbuka nyalang. Keadaan seperti ini memang selalu terjadi setiap malam, sesuai prediksinya. Amarah. Ego. Dendam. Semua hal buruk itu mencokoli batinnya dengan erat seolah tak ingin berpaling, menggerogoti isi bagian dalam hatinya sampai mati rasa. Kalimat tak mengenakkan yang selalu berputar konstan di setiap waktu tidurnya menohok seperti tegangan listrik, mengisi baterai usang dalam otaknya, membuatnya panas dan kembali teringat pada kenangan hidupnya yang paling kelam. Setelah itu ia pasti akan terjaga sepanjang malam, membiarkan punggungnya menyandar tegak, membiarkan dirinya menyadari setiap keadaan, membiarkan kepalan tangan merespon suara otaknya dengan remasan geram pada selimut perak milik Kris, dan rahangnya yang bergemeretuk tajam.

 

“Cukup. Sudah saatnya untuk berkonfrontasi.” Continue reading “Affrontement (Chapter 1)”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: