Search

Sila Sveta

The sun is gone, but I have a light – Kurt Cobain

Miracle Wedding March ( Chapter – 1)


MIRACLE WEDDING MARCH


mwm


[HunHan] [Yaoi] [Romance]

Written by lien & tmarionlie


Aku terlambat 2 jam pada acara kencan pertama dengan kekasih baruku—kutegaskan bahwa kekasihku itu adalah seorang priaotomatis yang akan kutemui bukanlah seorang gadis dengan riasan make up warna warni diwajahnya.

 

 

“Dan dia tidak ada. Yah…tidak heran.” Aku

mengeluh.

Continue reading “Miracle Wedding March ( Chapter – 1)”

Affrontement (Chapter-2)


“Dan kami bertemu di bawah lampion merah saat malam festival itu. Sejak pertama melihat Luhan gege, aku sudah yakin jika aku telah jatuh pada pesonanya bahkan pada  pandangan pertama,” ucap Suri berapi-api, sementara salah satu bibir Luhan berkedut naik,  tersenyum.

 

“Oh, bagus sekali,” komentar Ibu Sehun dengan senyuman yang belum pernah memudar sejak tadi, sementara Sehun mendengus tak suka. Gerakan sekecil apapun membuatnya jengkel setengah mati, apalagi saat telinganya mendengar segala pujian penuh pemujaan yang keluar dari bibir  Luhan untuk adik perempuannya di antara obrolan tak bermutu ini.

 

Apa kau tahu? Sehun tak mempercayai pria bersurai cokelat madu itu. Ketika matanya melirik pada dua orang yang disebut-sebut sebagai keluarga Luhan, -si blonde tampan dan gadis pendiam yang sedari tadi hanya menatap salad mixed herb dan baby potato di hadapannya tanpa terlihat memiliki minat untuk menyantapnya sama sekali, Sehun masih menimbang-nimbang di dalam hati tentang apa-apa sajakah hal yang pernah ia lewatkan selama ia mengenal Luhan ‘dulu’, sampai-sampai ia tak mengetahui bagaimana bisa kedua orang itu menjadi kakak dan adik dari pria manis yang duduk tepat di hadapannya saat ini. Continue reading “Affrontement (Chapter-2)”

Affrontement (Chapter 1)


“Apa yang harus kulakukan agar kau bahagia?”

 

“Sangat mudah. Enyah saja dari hidupku, maka aku akan bahagia.”

aff


AFFRONTEMENT


HunHan | Yaoi | Mature | Hurt & Comfort | Romance

Mata Luhan terbuka nyalang. Keadaan seperti ini memang selalu terjadi setiap malam, sesuai prediksinya. Amarah. Ego. Dendam. Semua hal buruk itu mencokoli batinnya dengan erat seolah tak ingin berpaling, menggerogoti isi bagian dalam hatinya sampai mati rasa. Kalimat tak mengenakkan yang selalu berputar konstan di setiap waktu tidurnya menohok seperti tegangan listrik, mengisi baterai usang dalam otaknya, membuatnya panas dan kembali teringat pada kenangan hidupnya yang paling kelam. Setelah itu ia pasti akan terjaga sepanjang malam, membiarkan punggungnya menyandar tegak, membiarkan dirinya menyadari setiap keadaan, membiarkan kepalan tangan merespon suara otaknya dengan remasan geram pada selimut perak milik Kris, dan rahangnya yang bergemeretuk tajam.

 

“Cukup. Sudah saatnya untuk berkonfrontasi.” Continue reading “Affrontement (Chapter 1)”

Heart


heart


Heart


Seperti kebanyakan orang-orang, aku tumbuh dengan kepercayaan bahwa selusin mawar merah dan juga sekotak cokelat adalah hadiah Valentin yang ideal. Tapi itu salah.

Aku mengenal Chanyeol sejak usia 8 tahun, di sekitar hari Natal. Sejak awal berteman kami sudah merasa cocok satu sama lain. Klik, klop. Sama-sama tak punya pacar, membuat kami selalu mengisi Valentin bersama, mengabaikan teman-teman lainnya yang mengisi Valentin secara khusus dengan kekasih mereka.

“Hei Chanyeol, apa kau pernah melakukan sesuatu hal yang romantis untuk anak perempuan?” aku bertanya padanya. Ia terbahak dan menepuk keningku dengan seenaknya. “Seharusnya kau tidak menanyakan pertanyaan tolol semacam itu. Kau tahu sembilan puluh persen hidupku kuhabiskan bersamamu,” jawabnya dengan suara khasnya yang basah. Continue reading “Heart”

You…


you


You..


Aku membuka sedikit tirai kamar hotel untuk mengintip keluar. Pintu dan jendela kamarku yang berada di lantai bawah berhadapan langsung dengan lorong hotel yang sibuk. Aku dapat melihat setiap orang yang lewat, sebaliknya, mereka juga melirikku. Aku membayangkan jika aku adalah seorang gadis cantik dengan gaun hitam ketat dan stoking hitam setinggi paha dengan tepian berenda, dengan ikat pinggang mahal mengkilat yang mengikat perut. Dan juga high heels hitam setinggi 14cm, sempurna. Semua itu adalah hal yang pernah disebutkan oleh artikel “Cara Menghangatkan Hubungan Asmara Anda” dalam Amore Magazine. Tapi sayang itu bukan aku. Aku hanyalah seorang Baekhyun, pemuda pendek berdada rata, tak memiliki lekuk seksi dan betis jenjang tanpa bulu seperti wanita. Continue reading “You…”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: