Into A Dangerous Mind


Luhan berdiri di depan pintu rumah Sehun dan meyusun keberanian untuk mengetuk pintu. Ia telah melewati beberapa jam setelah Baekhyun pergi, sambil menunggu dua teman Sehun juga pergi dari lingkungan ini. Bukan tanpa alasan ia melakukan hal itu. Ia hanya tidak ingin Park Chanyeol bertanya-tanya tentang temannya –Baekhyun, dan ia tidak tahu juga harus menjawab apa jika pria ikal itu bertanya tentang sikap Baekhyun tadi.

 

‘Masuk saja, Luhan…’

 

Luhan tersentak kaget saat mendengar suara Sehun di dalam kepalanya. Ia urungkan niatnya untuk mengetuk pintu terlebih dahulu seperti kebiasaan sopan orang-orang. Sebagai gantinya, ia malah mengusap pelipisnya yang berkeringat, entah karena apa, mungkin gugup?

 

“A –aku masuk ya…”

 

‘Ya, aku di belakang…’ pikiran Sehun menjawab ucapannya. Continue reading “Into A Dangerous Mind ( Chapter 4 )”