Secret!

 SECRET

By tmarionlie

.

HunHan

.

.

Yaoi | Family | Romance | Rating M

.

.


 

Luhan mengendap-endap, membawa tubuhnya keluar dari kamarnya. Dia buka daun pintu kamar itu dan dia masih sempat menoleh sekilas, memandangi Istrinya yang telah pulas tertidur. Gadis cantik itu begitu lelap, hingga tak menyadari jika ‘suaminya’ beranjak dari ranjang mereka dan pergi meninggalkannya.

 

“Maafkan aku Na Eun….” Gumam Luhan dengan senyum simpul pada bibirnya.

 

 

Luhan kembali melangkah keluar dari kamarnya itu. Dia tutup pintu kamarnya dengan sangat hati-hati, tak ingin Istrinya terbangun dan membuat tingkah anehnya jadi ketahuan. Luhan meraba-raba di dalam kegelapan, dan melangkah mantap menuju satu kamar yang berada di pojok, kamar pribadi adik iparnya. Dia bawa tubuhnya memasuki kamar remang-remang itu, dan senyuman lebar terulas pada bibirnya saat dia menemukan adik iparnya berbaring menghadap dinding sambil membaca komik.

 

 

“Sehuna” panggil Luhan dengan bisikan, tapi masih di dengar jelas oleh   pria pucat yang berbaring di ranjang.

 

 

Sehun menoleh, dan senyumnya langsung terkembang ketika matanya menemukan sosok Luhan di ambang pintu kamarnya sendiri.

 

 

“Ah, kau sudah datang? Kemarilah sayang, aku merindukanmu….Jangan lupa kunci pintunya Baby…” Kata Sehun sambil melempar komiknya dengan sembarangan.

 

 

Luhan terkekeh kecil, kemudian mengunci pintu itu dan langsung berjalan cepat menuju adik iparnya. Lututnya langsung naik dan berdiri di permukaan ranjang Sehun, berjalan menuju adik iparnya yang berbaring di sudut ranjang. Luhan langsung mendaratkan bokongnya pada paha Sehun dan menunduk, meraih bibir tipis adik iparnya, yang tentu saja langsung di sambut dengan antusias oleh Sehun. Bibir mereka saling menekan, saling menggesek, saling mengulum hingga lidah-lidah itu bertemu ketika keduanya sama-sama membuka mulut dan menjulurkan lidah mereka. Keduanya saling memejamkan mata sambil mengerang tertahan pada tenggorokan. Kedua tangan Sehun merayap cepat menjalari bokong Luhan dan meremasnya kuat-kuat, membuat Luhan tersentak dan gairahnya meluap-luap dalam seketika.

 

 

Luhan meraba-raba dada Sehun, kemudian menelusupkan tangannya masuk ke dalam kaus yang dikenakan oleh pria pucat itu. Dia raba dan dia elus puting-puting Sehun dengan kedua ibu jarinya, sedangkan bibirnya masih saja berusaha menyeimbangi ciuman liar adik iparnya yang sudah terbakar nafsu itu.

 

 

“Ah, Hyung…lepaskan pakaianmu…cepat” perintah Sehun, dan Luhan menurutinya.

 

 

Luhan menggerakkan tangan-tangannya dengan cepat, melepaskan kaus yang dia pakai, kemudian melorotkan celana panjang berbahan katun berpola-pola yang dia kenakan sebelum melemparkanya ke sembarang arah. Dia rundukkan kembali tubuhnya, dia sambar bibir menggoda Sehun dan lagi-lagi ciuman intens kembali mereka lakukan. Sehun berguling, menghimpit tubuh Luhan di bawah tubuhnya. Dia hujani wajah Luhan dengan ciuman-ciuman basah dan liar, kemudian dia telusuri setiap lekuk tubuh molek pria itu dengan geraman-geraman tertahan. Sehun mencumbui setiap kulit putih mulus itu, tak ada yang dia lewati se-incipun. Sehun sudah begitu bernafsu karena mereka sudah 2 minggu tak bertemu hingga kegiatan sex rutin ‘rahasia’ mereka menjadi terganggu, dan sekarang semua nafsu itu sudah menumpuk terlalu tinggi dalam otak Sehun hingga dia tak mampu menahannya lagi. Ini semua gara-gara kakak kandungnya merencanakan Honeymoon keduanya bersama Luhan, yang sempat membuat Sehun uring-uringan.

 

 

Sehun dan Luhan, adalah pasangan rahasia sejak Luhan dan Na Eun resmi menjadi pasangan suami-istri di bulan ke-enam pernikahan mereka. Segalanya terjadi begitu cepat, bahkan Luhan masih tak bisa mengingat dengan pasti apa alasannya menyukai Sehun hingga terjebak ke dalam perselingkuhan tak normal ini dan menghianati Istrinya sendiri demi pria pucat yang mencumbuinya saat ini. Luhan benar-benar tak ingat. Yang dia tahu Sehun begitu mempesona, hingga saat malam pertama mereka terjadi, Luhan bahkan tak memiliki secuil penyesalan pun karena telah mengikuti permainan adik ipar tampannya yang merupakan duri dalam daging Istrinya itu. Entahlah, padahal dulu dia normal dan dia sangat mencintai Na Eun melebihi apapun di dunia ini, namun sekarang tidak lagi. Sekarang isi otaknya hanya ada Sehun, Sehun dan Sehun.

 

 

Luhan menggigit bibirnya dengan keras saat penisnya dibebaskan oleh Sehun dari panty biru miliknya. Sehun ‘memainkan’ benda kebanggaannya itu dengan gerakan sensual yang sexy, membuat tubuhnya menggelinjang dan bergetar halus karena esensinya. Desahan-desahan halus keluar begitu saja dari bibir Luhan. Matanya terpejam, dan tangannya meremas-remas rambut Sehun yang berada di sekitar selangkangannya sendiri.

 

 

“Akh Sehun, lebih cepat” gumam Luhan, kemudian kembali mendesah-desah dengan mulut yang terbuka.

 

 

Luhan memekik pelan sambil menjambak kuat rambut Sehun saat spermanya memaksa untuk keluar dari dalam tubuhnya. Dia ledakkan cairan menjijikkan itu ke tenggorokan Sehun, kemudian dia terengah-engah. Sehun tak memberikan jeda yang panjang bagi Luhan untuk menikmati orgasmenya sendiri. Penisnya langsung menyerang, menusuk cepat pada lubang kakak iparnya dan mendorongnya kuat-kuat hingga seluruhnya tenggelam sempurna di dalam tubuh Luhan. Bibir tipisnya mengulas senyuman tipis ketika matanya menemukan betapa merahnya wajah pria yang terhimpit di bawah tubuhnya itu. Sehun menggerakkan pinggulnya maju mundur perlahan, membuat bibirnya mengeluarkan desisan tajam, sedangkan Luhan mengerang nikmat di bawah tubuhnya dengan tangan-tangan nakal yang meremas-remas bokong Sehun dan mengelusnya dengan gerakan memutar. Tubuh Luhan tersentak-sentak kuat, dan desahan-desahannya coba dia redam dengan menggigit bibirnya sendiri atau mereka akan ketahuan oleh seluruh penghuni rumah saat sedang melakukan kegiatan nista yang memalukan ini.

 

 

Sehun menggeram-geram, dan tempo tusukannya semakin menjadi-jadi seiring dengan waktu yang berputar. Dia cengkram bahu Luhan, dan dia kecupi brutal bagian dada ‘kekasih rahasianya’ itu, sesekali menghadiahkan jilatan di sana-sini yang membuat tubuh molek di bawahnya merinding karena geli.

 

 

“Aaaaahhh”

 

 

Erangan panjang Luhan berbaur dengan geraman tertahan Sehun ketika mereka sama-sama mencapai klimaks mereka. Sehun masih bergerak lambat untuk mengeluarkan seluruh cairan lengket yang keluar dari tubuhnya itu di dalam lubang anus kakak iparnya, dan gerakan pinggulnya terhenti total saat spermanya benar-benar sudah dia keluarkan seluruhnya di dalam tubuh Luhan. Mereka kembali berciuman intens setelah saling menatap hingga beberapa lama, seolah tak ingin kebersamaan mereka berakhir begitu saja.

 

 

“Aku merindukanmu Baby” bisik Sehun sambil masih mengecupi pipi-pipi Luhan yang merona.

 

 

“Aku juga sayang” balas Luhan.

 

 

Sehun menarik keluar penisnya dan menjatuhkan tubuhnya berbaring di samping tubuh Luhan. Sebelah lengannya sengaja ia berikan untuk bantalan kepala kakak iparnya, dan sebelah tangannya yang bebas kini sibuk mengelusi kulit wajah pria itu.

 

 

“Sebenarnya aku masih kesal karena kau sangat lama menjalani Honeymoon sialanmu itu bersama Na Eun Noona” keluh Sehun.

 

 

“Maaf, aku bahkan sudah memangkas waktunya dan meyakinkan Na Eun jika pekerjaan kantorku sedang membludak, makanya dia mau aku ajak pulang. Awalnya dia malah berencana menghabiskan 35 hari di Pulau Jeju, bahkan dia mengharuskan kegiatan bercinta setiap malam agar kami cepat memiliki keturunan” jelas Luhan, membuat Sehun memutar bola matanya karena bosan.

 

 

“Aku mendadak kesal jika membayangkan kau menyentuh tubuh telanjangnya setiap malam Hyung” kata Sehun, serius.

 

 

“Dia Istriku Sehun, tentu saja aku harus menyentuhnya”

 

 

Mereka terdiam hingga beberapa lama, dan tiba-tiba saja Sehun kembali menindih tubuh Luhan dan kembali menciumi bibir pria itu dengan brutal. Pemuda itu nampak emosi, dan Luhan tak ingin melakukan apapun selain menuruti saja keinginan bocah 19 tahun itu agar kemarahannya tak semakin bertambah.

 

 

Hyung, bagaimana kalau kau ceraikan saja Na Eun Noona dan ikut kabur bersamaku ke luar negeri?”

 

 

“Ap –

 

 

“Aku serius Hyung…Aku akan melanjutkan studiku ke luar Negeri, dan kita bisa pergi secara bergantian ke sana agar orang lain tak curiga”

 

 

Luhan terdiam, berpikir. Menceraikan Istrinya demi Sehun? Tidakkah itu terlalu kejam?

 

 

Hyung…” desak Sehun tak sabaran.

 

 

“Sehun, aku tak bisa meninggalkan Na Eun begitu saja. Kakakmu sangat baik, aku tak tega melakukan hal sekejam itu padanya”

 

 

“Lalu apa kau pikir hal yang kita lakukan ini bukanlah sesuatu yang kejam Hyung? Kita berselingkuh di belakang Na Eun Noona, dan melakukan seks sesering kita berganti pakaian setiap harinya, kau pikir kau tak kejam?”

 

 

“…..”

 

 

Sehun kembali mengecupi bibir Luhan, kemudian mengecup lama kening pria itu sambil memejamkan matanya.

 

 

“Maafkan aku…Aku akan tinggal jika kau tak mau pergi ke luar negeri bersamaku, tapi kau harus tahu jika aku sangat ingin memilikimu seutuhnya Hyung, bukan berbagi terus dengan Na Eun Noona seperti sekarang ini…Hatiku sangat sakit, kau tahu?”

 

 

“Sehuna…” Luhan mengecup bibir tipis itu dan menunjukkan wajah bersalahnya. “Maafkan aku” lanjutnya, dan Sehun menganggukkan kepalanya. Memangnya dia bisa apa lagi?

 

 

“Aku mencintaimu…” kata Sehun lagi, yang sukses menciptakan satu senyuman di bibir Luhan.

 

 

Lagi-lagi Luhan mengecup bibir tipis itu, dan untuk ke sekian kalinya ciuman itu berakhir dengan ciuman panas.

 

 

“Aku juga mencintaimu” balas Luhan dengan nafas terengah-engah ketika ciuman itu terlepas, meskipun hanya sebentar, karena toh mereka melanjutkan kegiatan panas mereka lagi karena perasaan cinta dan rindu yang tak mampu mereka tahan.

 

 

 

Di luar kamar, seorang gadis menggigiti bibirnya sendiri dengan air mata yang sudah menganak sungai pada pipinya yang kemerahan di tengah ruangan yang gelap itu, sambil menyandar pada tembok di sisi pintu kamar Sehun. Gadis itu, Na Eun, sangat kecewa pada suaminya. Meskipun kamar itu tertutup rapat, namun desahan-desahan suaminya dan adiknya sudah cukup menggambarkan dengan jelas tentang kegiatan apa yang di lakukan oleh kedua pria itu di dalam.

 

 

“Luhan Oppa, Sehun…kalian menjijikkan” gumamnya pelan, kemudian membawa langkahnya kembali menuju kamarnya sendiri.

 

 

Na Eun mengambil sebuah koper besar dan memasukkan pakaian suaminya secara membabi buta ke dalamnya, kemudian mendorongnya sekuat tenaga ke luar kamar.

 

 

“Lebih baik kau pergi dari hidupku namja brengsek, dasar gay menjijikkan!” umpatnya, sebelum menutup pintu kamarnya lagi dan menguncinya dari dalam.

 

 

Luhan dan Sehun?

 

 

Ouwh, mereka masih saling menyerang di dalam kamar yang terkunci rapat itu, tanpa tahu jika kegiatan nista mereka telah ketahuan.

 


END


Advertisements