ALL ABOUT LOVE ( OTHELLO SEASON 2 )

All About Love Poster

.

By tmarionlie

.

Poster By L.E Design

.

ChanBaek  |  ChanLu  |  KrisBaek

.

Y
aoi | Hurt & Comfort | Romance | Mature

.

.


WARNING!!

Karakter semua tokoh dalam FF ini akan sangat menjijikkan dan memuakkan. Bagi ChanBaek hardshipper yang tidak mampu membedakan antara Fiksi dan Real, yang tidak suka jika biasnya dinistakan di dalam FF, harap CLOSE FF INI DENGAN SEGERA agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan Author ( Saya ).


CHAPTER 4


Luhan menatap aneh ke arah Chanyeol. Bola matanya bergerak dari bawah hingga ke atas, menyusuri seluruh tubuh Chanyeol dengan kening yang berkerut dalam.

 

“Siapa kau?” tanyanya pada Chanyeol, dengan nada dingin dan ketusnya, membuat Chanyeol terkekeh.

 

“Luhannie, kau tak mengingatku? Ini aku, Park Chanyeol” kata Chanyeol dengan semangat, dan pria yang berambut merah itu semakin mengerutkan keningnya lebih dalam. Luhan berpikir sedikit lama, kemudian matanya melebar ketika ia mengingat siapa pria jangkung yang bernama Park Chanyeol itu.

 

“Park Chanyeol? Chanyeollie???”

 

“Ya, ini aku Lu, haha” jawab Chanyeol, kemudian mengacak surai merah itu dengan gemas.

 

Luhan tersenyum sangat lebar, kemudian langsung memeluk Chanyeol erat-erat.

 

“Ya Tuhan…Chanyeol! Astaga Chan….aku merindukanmu!” kata Luhan semangat.

 

Chanyeol mengelus kepala Luhan, dan tertawa kecil sebagai respon untuk ‘sikap ramah tamah’ Luhan padanya.

 

“Aku juga merindukanmu Luhan….Sudah sangat lama ya” kata Chanyeol.

 

Luhan melepaskan pelukannya dan tersenyum sangat lebar pada Chanyeol sebelum lehernya berputar sedikit dan bola matanya menangkap sosok lainnya yang masih berdiri mematung di hadapannya. Luhan menatap wajah pria mungil yang berdiri di sebelah Chanyeol itu agak lama, kemudian-

 

“Dan kau pasti…”

 

“Ya, ini Byun Baekhyun, Lu…”jawab Chanyeol mewakili Baekhyun.

 

Luhan menunjukkan senyum hangatnya, dan mengulurkan tangan kanannya pada Baekhyun.

 

“Hai Baekhyunnie….senang bertemu lagi denganmu…” kata Luhan, masih dengan senyuman hangatnya, tapi pria mungil yang satunya hanya diam, menatap uluran tangan Luhan dengan tatapan kosong sebelum akhirnya mendengus dan membuang tatapannya ke arah lain.

 

“Baekkie….” tegur Chanyeol, mencoba membujuk Baekhyun, tapi Baekhyun hanya diam.

 

Luhan menarik kembali tangannya karena Baekhyun tetap bersikeras tak mau menyambut uluran tangannya –dan tak juga mau menatapnya- membuat Luhan terkekeh karena merasa geli.

 

“Senang juga bertemu denganmu Luhan” kata Baekhyun datar tanpa melihat Luhan, kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kursinya dan duduk di sana dengan wajah yang tertekuk suram.

 

Chanyeol menarik nafasnya, dan kembali melemparkan senyum –senyum kikuk– pada Luhan.

 

“Dia masih belum berubah ya…”kata Luhan sambil tersenyum.

 

“Mmm…maafkan sikap Baekhyun ya Luhannie….” kata Chanyeol, membuat Luhan terkekeh.

 

“Kenapa kau yang meminta maaf untuknya? Lagipula aku tak mempermasalahkan sikapnya itu..Hhh…mungkin dia hanya cemburu Chanyeollie…” kata Luhan, di akhiri dengan kekehan aneh di akhir kalimatnya, dan kata-katanya itu sukses membuat Chanyeol menatap bingung ke arahnya.

 

“Baekhyun cemburu? Cemburu pada siapa Lu?”

 

Luhan menjawab dengan tawanya, kemudian menepuk-nepuk bahu Chanyeol.

 

“Sudah sana kembali ke kelasmu” usir Luhan.

 

“Aishh, baiklah…Ngomong-ngomong, kau makin cantik Luhannie…”puji Chanyeol.

 

Lagi-lagi Luhan tertawa.

 

“Benarkah? Kalau begitu…apa kau akan tertarik padaku?” goda Luhan.

 

“Ap-apa?” tanya Chanyeol, gugup.

 

Luhan tertawa lagi.

 

“Sudah sana, pergilah ke habitat aslimu Park Chanyeol” usir Luhan lagi, kemudian mendorong punggung Chanyeol hingga tubuh jangkung itu keluar dari ruangan kelasnya.

 

Luhan tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Chanyeol ketika pria tinggi itu pergi, tanpa menyadari pria mungil yang satunya lagi, kini menatap tajam pada dirinya, sudah dengan tangan yang terkepal saking kesalnya.

.

.

.

.

.

-Chanyeol Pov-

Luhan kembali! Ya Tuhan…akhirnya aku bisa bertemu lagi dengannya! Aku tak bisa menggambarkan bagaimana senangnya perasaanku saat ini. Aku sangat senang bertemu lagi dengannya, sungguh!

 

 

Luhan adalah cinta pertamaku. Aku sudah menyukainya bahkan sejak kami masih kecil. Sekian lama tak bertemu dengannya membuatku tak percaya jika Luhan akan tumbuh menjadi namja yang sangat imut seperti sekarang. Luhan semakin (ehem) cantik dan juga menggemaskan. Penampilannya sangat modis. Ku pikir aku akan semakin tergila-gila lagi padanya sekarang.

 

 

Aku tak tahu kenapa aku bisa menyukai namja seperti dia.

 

 

Apa aku tak normal? Ouwh! 

 

 

Mungkinkah aku…gay?

 

 

Apa aku gay? Atau biseks?

 

 

Atau-

 

 

Stop! Benar, sepertinya aku memang gay.

 

 

-End Chanyeol Pov-

.

.

.

.

.

Baekhyun menatap Luhan terus-menerus. Luhan juga menyadarinya, tapi pria itu mencoba cuek dan mengabaikan saja tingkah Baekhyun. Luhan tak mau memikirkan apa yang sedang di pikirkan oleh Baekhyun saat ini. Pria berambut merah itu malah terlihat santai memainkan gadget-nya di tengah-tengah beberapa murid yeoja dan namja yang sedang mengerumuninya saat ini, berlomba untuk mengakrabkan diri pada pria berambut merah itu meskipun Luhan secara terang-terangan mengabaikan siswa-siswi yang berkumpul di sekitarnya itu. Oh, sepertinya Luhan sudah menjadi sangat populer hanya dalam beberapa jam saja di sekolah.

 

 

-Baekhyun Pov-

Shit! Kenapa aku harus bertemu lagi dengannya? Namja sialan bernama Luhan itu?

 

Dan juga, kenapa sekarang dia menjadi seperti ini? Wajahnya sangat imut, kulitnya semakin mulus dan semakin cerah, senyumnya sangat memikat, penampilannya sangat fashionable, dan dia juga sudah sangat populer hanya dalam waktu beberapa jam saja. Bahkan dia menjadi sangat populer ketika dia tak melakukan apapun. Dia bukan orang terkenal seperti saudara kembarnya yang tampangnya sekarang-sekarang ini sangat sering kulihat muncul di TV, tapi kenapa rasanya sama saja? Bahkan Luhan terlihat jauh lebih menggemaskan daripada Siyan.

 

Sialan! Si kembar ini benar-benar menyebalkan dan membuatku muak!

 

Aku

 

Akh! Aku iri pada mereka, sialan!

 

-End Baekhyun Pov-

.

.

.

.

.

Jepret!

 

Jepret!

 

Pria tinggi bersurai blonde itu masih terlihat asyik mengambil foto-foto lingkungan sekitar sekolah saat ini dengan kamera digital mini yang talinya dia kalungkan ke lehernya sendiri. Pria tampan itu berjalan ke arah belakang sekolah, lalu membidik 2 orang siswa yang sedang berusaha memanjat pagar sekolah sambil tersenyum geli. Lalu langkahnya mengarah ke koridor sekolah, menuju ruang perpustakaan, tapi langkahnya mundur sejenak dan membidik sepasang siswa yang sedang berciuman panas di dalam ruang laboratorium biologi melalui jendela berkaca bening ruangan laboratorium itu. Pria itu terkekeh.

 

“Ya ampun! Siang bolong begini, haha” gumamnya geli.

 

Pria tinggi itu kembali melanjutkan langkahnya, menuju ke perpustakaan sambil bersiul-siul. Di dorong pintu perpustakaan ketika dia sampai, kemudian dia bawa langkahnya memasuki ruang perpustakaan itu. Pria itu menyusuri rak demi rak yang menyimpan buku-buku tentang fotografi dan mengambil satu yang menurutnya paling menarik, lalu membuka-buka halaman demi halaman sambil berjalan pelan-pelan di antara rak-rak buku yang menjulang tinggi di sisi kanan dan kiri tubuhnya itu. Ketika sedang asyik membolak-balik lembar demi lembar halaman buku yang dia pegang, tiba-tiba saja tubuhnya bertubrukan dengan seorang pria mungil berambut karamel yang sedang berusaha menggapai buku di rak paling atas, hingga pria mungil itu terjatuh. Dengan gerakan sangat cepat, pria  tinggi tadi menarik tubuh mungil pria yang terjatuh, kemudian dia membungkukkan tubuhnya dalam-dalam  di hadapan pria mungil tadi, meminta maaf.

 

“Maafkan aku. Aku tak sengaja, sungguh” kata pria yang berpostur tinggi itu.

 

“Ya, lagipula aku tak apa-apa” jawab pria yang lebih mungil.

 

“Apa ada yang terluka? Aku sangat menyesal, maafkan aku” kata pria tinggi tadi, merasa bersalah.

 

“Tidak…aku baik-baik saja, sungguh” jawab pria yang lebih mungil.

 

“Baiklah, terima kasih…Maaf ya…” kata pria tinggi itu lagi, untuk yang ke sekia kalinya.

 

“Ya, tak masalah” jawab pria mungil itu.

 

“Err…apa kau siswa baru?”

 

Pria mungil itu mengangguk.

 

“Kelas sepuluh apa?” tanya pria tinggi itu lagi.

 

“Sepuluh A” jawab pria mungil itu singkat.

 

Pria yang lebih tinggi mengangguk mengerti.

 

“Aku Dua belas A, namaku Kris…Umm…Boleh aku tahu namamu?” kata pria tinggi itu sambil mengulurkan tangannya dan melemparkan senyum tampannya, meskipun sebenarnya dia tak perlu menanyakannya karena nama pria mungil itu bahkan sudah tercantum dengan jelas pada name tag yang menggantung di seragamnya, entahlah…Kris hanya ingin berkenalan secara formal dengan pria yang berdiri di hadapannya saat ini.

 

Pria yang berpostur kecil hanya menatap tangan pria yang lebih tinggi itu tanpa mengatakan apapun. Tapi beberapa saat kemudian dia julurkan juga tangannya dengan ragu-ragu, menyambut uluran tangan pria tampan di hadapannya itu.

 

“Na-namaku Baekhyun” kata pria mungil itu pelan, membuat Kris tersenyum.

 

“Apa kau namja?” tanya Kris lagi, penasaran.

 

Baekhyun mengerutkan dahinya. Bingung.

 

Kris menggaruk tengkuknya salah tingkah.

 

“Aaa, mak-maksudku…errr…..i-itu….wajahmu cantik, tapi karena kau mengenakan celana, jadi kupikir umm….” Kris menatap sekitar karena merasa kikuk.

 

“Tentu saja aku namja!!” kata Baekhyun ketus, sedikit kesal sebenarnya.

 

“Maafkan aku, jangan marah….Tapi aku tak berbohong, wajahmu memang cantik” kata Kris lagi, membuat Baekhyun mendengus kesal.

 

~Pria sinting! Pria ini sama gilanya dengan Chanyeol~ bathin Baekhyun.

 

“Terima kasih untuk pujiannya Sunbaenim. Permisi!” kata Baekhyun ketus dan langsung pergi meninggalkan Kris begitu saja.

 

“Hei, apa kau marah? Maafkan aku….Hei!” kata Kris setengah berteriak, tapi Baekhyun hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh ke arah Kris lagi.

 

“Senang mengenalmu, Baekhyun!” teriak Kris lagi.

 

Baekhyun tak menjawab dan menghilang di balik pintu, sedangkan Kris saat ini sudah tersenyum aneh.

 

“Jadi dia pria? Tapi wajahnya itu imut sekali…Astaga…”gumam Kris, lalu tertawa sendiri seperti orang gila.

 

 .

.

.

.

.

“Jadi Luhannie, sekarang kau tinggal dimana?” tanya Chanyeol sambil menyeruput cola yang dia pegang.

 

“Tentu saja di rumah, Babo!” jawab Luhan, lalu tertawa.

 

Baekhyun hanya diam sambil berusaha menikmati menu makan siangnya di antara Chanyeol dan Luhan.

 

“Kau tinggal dengan Ayahmu?” tanya Chanyeol sambil menyodorkan minumannya ke mulut Luhan, yang tentu saja langsung di sambut oleh Luhan dengan semangat sambil menganggukkan kepalanya.

 

Baekhyun berhenti mengunyah makanannya dan menatap kesal pada 2 orang yang –menurutnya– bertingkah sangat memuakkan di hadapannya itu, tapi bibir tipisnya masih terkatup rapat, Baekhyun hanya diam.

 

“Lalu Siyan?” tanya Chanyeol.

 

Luhan membuang nafasnya, kemudian  mengambil stik kentang di depannya.

 

“Bisakah kita tak membahas dia?” kata Luhan sambil mengunyah stik kentang itu di mulutnya dan membuang tatapannya ke arah lain.

 

Chanyeol terdiam, sedangkan Baekhyun menatap ke arah Luhan sambil mengernyitkan dahi, berpikir.

 

“Apa Ayahmu menikah lagi?” tanya Chanyeol lagi, dan lagi-lagi Luhan hanya menjawabnya dengan anggukan.

 

“Jadi bagaimana Ibu barumu? Cantik? Baik?” tanya Chanyeol lagi.

 

Luhan menunduk sambil memijit pelipisnya. Pria berambut merah itu membuang nafasnya dengan keras satu kali, kemudian menatap Chanyeol dengan tatapan bosannya.

 

“Bisakah kita tak membahas dia juga?” kata Luhan lagi.

 

Chanyeol menaikkan satu alisnya, tapi beberapa detik kemudian Chanyeol sudah mengedikkan bahunya.

 

“Oke! Lalu kita akan membahas tentang apa sekarang?” tanya Chanyeol.

 

Baekhyun memainkan sedotan jus miliknya di bibirnya sendiri sambil menatap Luhan. Segala tingkah aneh Luhan membuat Baekhyun penasaran akan sesuatu, dan berusaha mencari jawabannya pada wajah Luhan, tapi pria mungil itu tentu saja tak bisa menemukannya di sana.

 

Luhan mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Chanyeol.

 

“Bagaimana kalau kita membahas hal yang lebih menarik? Misalnya…siapa di antara kita yang sudah memiliki pacar?” kata Luhan dengan menggoyangkan alisnya, kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Baekhyun.

 

“Bagaimana kalau kau yang menjawab duluan? Byun Baekhyun, apa kau sudah memiliki pacar?” tanya Luhan pada Baekhyun.

 

Baekhyun berdecih, lalu tersenyum sinis.

 

“Haruskah aku menjawab pertanyaan bodohmu itu?” tanya Baekhyun ketus.

 

Luhan mengedikkan bahunya.

 

“Tidak harus sih. Aku hanya penasaran saja, terserah kau mau menjawabnya atau tidak, toh aku tak memaksamu menjawabnya” kata Luhan, lalu kembali mengambil satu stik kentang dan memakannya dengan santai.

 

Baekhyun terdiam, tapi selanjutnya menjawab pertanyaan itu juga.

 

“Belum” jawabnya singkat.

 

Luhan tertawa tertahan sambil menutup mulutnya dengan kepalan tangannya sendiri tanpa menatap Baekhyun, membuat Baekhyun sedikit tersinggung dan juga merasa emosi.

 

~Sekarang kau menertawakanku? Sialan!~ umpat Baekhyun dalam hati.

 

Luhan mengalihkan tatapannya ke arah Chanyeol.

 

“Bagaimana denganmu Chanyeollie? Kau sudah mempunyai pacar?” tanya Luhan.

 

“Belum” jawab Chanyeol singkat.

 

“Begitu? Lalu…adakah seseorang yang kau sukai?” tanya Luhan lagi.

 

Baekhyun menatap Chanyeol yang kini sedang menatap dalam-dalam ke wajah Luhan. Tatapan Chanyeol terlihat tak biasa, membuat Baekhyun mengerutkan keningnya dalam-dalam. Entah apa yang dia pikirkan, namun Baekhyun sepertinya melihat ‘sesuatu’ dalam tatapan Chanyeol itu, tapi Baekhyun tak mampu menilai-nilai apa arti dari tatapan itu. Baekhyun menunggu jawaban yang akan di berikan Chanyeol yang saat ini masih saja bertatapan dengan Luhan itu dengan jantung yang berdebar-debar.

 

3 detik….

 

5 detik….

 

9 detik….

 

“Ya, ada seseorang yang ku sukai…Orang itu adalah temanku sejak kecil” jawab Chanyeol, membuat Baekhyun mengerutkan keningnya semakin dalam, berpikir keras.

 

Baekhyun menatap Chanyeol dan juga Luhan berganti-gantian, lalu kembali menerka-nerka tentang ‘sesuatu’ yang  mengganggu pikirannya sejak tadi.

 

~Yeol, tatapanmu pada Luhan itu…Astaga, mungkinkah kau…~

 

Baekhyun menelan ludahnya satu kali ketika memikirkan isi otaknya sendiri, kemudian kembali menatap Chanyeol dan Luhan bergantian sambil meremas tangan dan menggigit bibirnya  sendiri.

 

~Tidak mungkin, aku pasti salah~ bathin Baekhyun sambil memejamkan matanya, berharap jika isi pikirannya salah kali ini.

 

.

.

.

.

.

Chanyeol memasuki kamar Baekhyun yang berantakan sambil membawakan sepiring sandwich untuk saudaranya yang sedang asyik membaca komik itu.

 

“Hey Baek, makan dulu” kata Chanyeol sambil mendekat ke samping Baekhyun, tapi pria mungil itu tak menjawab, dan tetap asyik dengan bacaannya, mengabaikan Chanyeol.

 

“Astaga Baek, kau ini kalau sudah memegang komik pasti lupa segalanya” kata Chanyeol sambil merampas komik yang di pegang oleh Baekhyun itu.

 

“Hei!!” protes Baekhyun.

 

Pria imut itu langsung duduk dan berusaha meraih komik yang di pegang Chanyeol. Tapi Chanyeol berdiri dengan cepat dan mengangkat tinggi-tinggi komik itu, membuat Baekhyun melompat-lompat, berusaha meraihnya.

 

Chanyeol terkekeh geli.

 

“Kau tak bisa mengambilnya kembali kan? Itu karena kau pendek Baek. Makanya makan yang banyak, jadi tubuhmu bisa cepat tumbuh tinggi” ejek Chanyeol.

 

Baekhyun berhenti melompat dan mendengus kesal, lalu menghempaskan bokongnya dengan keras ke ranjangnya sendiri. Wajahnya dia tekuk dengan bibir yang di majukan beberapa senti, ngambek, membuat Chanyeol tak bisa menahan tawanya. Chanyeol duduk di samping Baekhyun setelah menduduki komik Baekhyun di bawah bokongnya, lalu mengambil sandwich yang di bawanya tadi dan menyodorkannya ke mulut Baekhyun.

 

“Hei, buka mulutmu!” titah Chanyeol.

 

Baekhyun melirik sebal ke arah Chanyeol lalu membuka mulutnya, menggigit kecil sandwich itu dan mengunyahnya.

 

Chanyeol menatap gigitan sandwich itu dengan kening yang berkerut.

 

“Ih, sedikit sekali sih yang masuk ke mulutmu!” umpat Chanyeol.

 

Baekhyun tak menjawab.

 

Chanyeol menarik pipi Baekhyun dan mengarahkan wajah pria mungil itu ke arahnya, membuat kening Baekhyun berkerut bingung.

 

“Kau mau apa?” tanya Baekhyun jengkel, dan Chanyeol terkekeh geli setelah meneliti wajah saudaranya itu lekat-lekat.

 

“Pantas saja hanya sedikit makanan yang bisa masuk ke mulutmu…Bibirmu terlalu mungil sih, haha” ejek Chanyeol lagi, tapi-

 

Bletakk!!!

 

“Ugghh….sa…kit….” rintih Chanyeol sambil memegangi kepalanya yang baru saja di pukul oleh Baekhyun.

 

 

“Aku akan memukulmu dengan pukulan yang lebih sadis jika kau berani mengolok-olok bagian-bagian tubuhku lagi, kau mengerti? ” kata Baekhyun jengkel.

 

Chanyeol menyentil jidat Baekhyun sebelum akhirnya mencubit pipi saudaranya itu.

 

“Yang barusan itu bukan mengolok-olok Baekkie…Aku sedang memujimu” kata Chanyeol.

 

“Yang benar saja, jelas-jelas kau menghina bentuk bibirku yang kecil!”

 

“Tidak kok, sungguh! Bibirmu itu imut Baek, kalau kau yeoja, aku pasti sudah menciumnya habis-habisan, haha”

 

“Kau gila” komentar Baekhyun.

 

Mereka tertawa beberapa detik, dan Baekhyun menghentikan tawanya ketika dia teringat akan sesuatu yang mengganggu pikirannya dan membuatnya sangat penasaran sejak tadi siang. Baekhyun menatap Chanyeol lekat-lekat, membuat Chanyeol menghentikan tawanya dalam sekejap.

 

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Chanyeol.

 

Baekhyun membuka mulutnya, hendak bertanya tapi ragu. Sedangkan Chanyeol kini menunggu.

 

“Kau mau mengatakan sesuatu kan? Katakan saja…” kata Chanyeol.

 

Baekhyun menarik nafasnya, kemudian duduk menghadap Chanyeol dan menatap wajah Chanyeol lekat-lekat.

 

“Aku hanya ingin bertanya….” kata Baekhyun, dan ucapannya terhenti sesaat karena Chanyeol kembali menyodorkan sandwich yang di pegangnya ke mulut Baekhyun. Baekhyun mengunyah sandwich itu dengan cepat dan melanjutkan pertanyaannya.

 

“Yeol, apa kau….masih tertarik pada yeoja?” tanya Baekhyun serius, dan pertanyaan itu sukses membuat Chanyeol terdiam seribu bahasa.

 

“Yeol?” desak Baekhyun.

 

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti…” kata Chanyeol, mengelak dari pertanyaan itu, Baekhyun menatap Chanyeol dalam-dalam, membuat pria jangkung  itu kikuk.

 

Hening

 

Hening

 

Hening

 

“Jadi kau sudah tahu?” kata Chanyeol sambil menunduk, tak berani menatap Baekhyun.

 

“……”

 

“Kau benar”

 

“…..”

 

“Aku gay, Baekkie…Aish, bagaimana bisa kau menemukannya?” kata Chanyeol lagi.

 

Baekhyun melebarkan mata sipitnya ketika mendengar pengakuan itu. Jantungnya terasa berhenti berdetak dalam sekejap, dan seketika perasaannya menjadi campur aduk.

 

Baekhyun menggigit bibirnya sendiri, kemudian beralih ke pertanyaan lain yang ingin dia tanyakan pada saudaranya itu. Keringat dingin mengalir ke sela-sela rambutnya, dan telapak tangannya terasa membeku dalam sekejap. Baekhyun merasa takut tiba-tiba.

 

 

“Y-Yeol, ja-jadi teman masa kecilmu…yang kau sukai itu… Ap-apa dia itu…”

 

“Ya,  aku menyukai dia Baek..Aku menyukai Luhan”

 

 

Jawaban itu cukup –bahkan sangat cukup– membuat Baekhyun seolah terjatuh dari lantai dua puluh hingga tubuhnya hancur berkeping-keping. Baekhyun menggemeretakkan giginya karena geram, marah, dan entah perasaan apa lagi.

 

Sialan!

 

Brengsek!!

 

Kenapa harus dia?

 

Kenapa Chanyeol harus menyukai Luhan?

 

Tidak! Aku tak akan membiarkan Chanyeol menyukai Luhan!!

 

Chanyeol adalah satu-satunya yang kumiliki didunia ini…Chanyeol milikku!!

 

Meskipun aku bukan gay, tapi Chanyeol adalah milikku!!

 

Aku tak akan membiarkan Luhan mengambil apa yang sudah menjadi milikku!!

 

Kau tak akan bisa mengambil Chanyeol dariku Luhan, tidak akan!!


 

To Be Continued


Advertisements