OTHELLO

Othello


.

B
y tmarionlie

.

H
unHan

.

Y
aoi | Hurt & Comfort | Romance | Mature

.

.


CHAPTER 3


-Previous Chapter-

 

Dengan gerakan cepat aku berjalan kearahnya. Tangannya hampir saja menyentuh kenop pintu kamar mandi, tapi dengan cepat aku menariknya dan membalikkan tubuhnya. Aku mendorongnya ketembok lalu langsung kusambar bibir tipisnya yang menggoda itu.

 

Dapat kurasakan kalau dia sangat terkejut dengan ulahku, tapi dia hanya diam. Kulumat perlahan bibir tipisnya itu dengan lembut. Ah..rasanya sangat manis. Aku bisa gila.


Tanganku yang tadi memegang bahunya perlahan turun kedadanya….lalu menjalar keperutnya. Kuraba perutnya yang  dengan jari-jariku tanpa melepaskan tautan bibirku pada bibirnya, dan kurasakan tubuh Sehun menegang. Baju yang dipegangnya sudah terjatuh kelantai. Ah…aku sangat menikmati moment-moment ini, dimana aku menguasai seorang Oh Sehun yang tampan.

 

Tanganku yang meraba perutnya bergerak turun semakin kebawah lagi….dan kurasakan kedua tangan Sehun perlahan terangkat dan menempel tepat didadaku…..

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 


~**~Othello Chapter 3~***~


 

 -All Luhan POV-

 

“Hmppphhtt….”

Kurasakan Sehun bersusah payah menahan nafasnya saat tanganku sukses meremas penisnya yang masih terbungkus dengan handuk berwarna putih itu. Kulumat bibirnya dengan lebih ganas lagi walaupun dia tak membalasku, bahkan dia menutup bibirnya rapat-rapat. Dasar keras kepala!

Kucengkram handuk itu dengan kuat, berniat melepaskannya agar jariku bisa lebih leluasa menyentuh penis milik Sehun. Aku baru saja menarik handuk itu saat kurasakan tekanan yang sangat kuat didadaku.

Shit ! Dia mendorongku!

Sialan! hampir saja aku terjatuh kelantai yang keras kalau saja aku tak menahan tubuhku mati-matian agar tak jatuh. Jadi dia menempelkan tangannya didadaku tadi hanya berniat untuk mendorongku? kukira dia sudah mulai menikmati cumbuanku dan berniat membalasnya…damn !!!

Kulirik dia yang berada tak begitu jauh didepanku. Dia menyeka bibirnya sambil menatap tajam padaku. Tatapannya seperti hendak membunuhku saat ini juga. Nafasnya tersengal-sengal dan wajahnya memerah.

Dia berjalan kearahku dengan tubuh polosnya yang sangat menggoda itu dan merebut handuknya yang berhasil kulepaskan tadi, lalu dengan cepat melilitkannya kembali kepinggangnya. Setelah itu dia mencengkram wajahku dengan kuat.

Sakit.

“Sudah kukatakan jangan bertindak diluar batas Xi Luhan! aku tak akan membiarkan orang lain berusaha menguasai diriku, apalagi orang itu adalah kau! jangan coba-coba bermain-main denganku!” katanya padaku.

Aku menepis tangannya yang mencengkram wajahku dengan kasar.

“Dasar munafik!! kau berbicara seolah-olah kau tak menyukainya, padahal tubuhmu menginginkannya….bahkan milikmu sudah menegang Oh Sehun, jadi kau tak usah berlagak menolak…aku bisa memuaskanmu kalau kau mau!” kataku padanya.

Dia membuang wajahnya kearah lain sekaligus membuang nafasnya, mungkin dia sedikit kesal padaku.

“Kau mau memuaskanku? memangnya jenis seperti apa dirimu? apa kau pelacur?”

Kata-katanya sedikit menyinggungku…sial!!! aku tak serendah itu Oh Sehun!

“Aku tak tau kenapa kau melakukan hal ini, tapi sebaiknya kau segera berhenti Luhan-ssi….aku tak mau berurusan dengan namja murahan seperti kau!” katanya lagi padaku.

Dia menyebutku namja murahan? damn!

Oke, aku memang player, tapi aku tak berhubungan dengan sembarang orang. Aku memilih-milih dengan siapa aku akan berhubungan.

Sehun berbalik dan memungut bajunya yang terhempas dilantai tadi.

“Pergilah, dan jangan pernah lagi datang kesini” usirnya.

Dia sudah hendak memasuki kamar mandinya lagi saat aku kembali menarik tangannya.

“Kau harus tau apa alasan aku melakukan semua ini Oh Sehun” kataku, dan dia langsung berbalik lagi menghadapku.

Aku menatap matanya yang sedang menatapku juga saat ini. Aku tak bisa menyerah seperti ini saja. Aku tak bisa melepasnya…aku harus membuatnya menyukaiku juga. Aku harus bisa dekat dengannya melebihi kedekatannya dengan Xiao Huo. Aku tak ingin kalah lagi dengan kakak kembarku yang sialan itu.

“Katakan” katanya padaku.

Aku mengeratkan genggamanku pada tangannya.

“Aku menyukaimu Sehun…bahkan sejak awal aku melihatmu” kataku.

“…..”

“Aku serius….aku benar-benar menyukaimu….aku akan melakukan apapun yang kau inginkan asal aku bisa memilikimu…”

Dia menarik tangannya yang kugenggam erat, lalu mengelus pipiku dengan lembut. Mataku terpejam menikmati sentuhannya. Wajahnya perlahan mendekat kearahku. Hidungku sudah bersentuhan dengan hidungnya. Ah…dia pasti mau menciumku. Hemmphh…ternyata semudah ini menaklukkan pangeran es ini.

~Kau memang daebakk Xi Luhan…~ ujarku dalam hati.
Aku memejamkan mataku, menunggu bibirnya menyentuh bibirku, tapi…..

“Terimakasih sudah menyukaiku Xi Luhan…tapi sayang, aku tak menyukaimu, jadi menyerahlah…” bisiknya ditelingaku.

‘Huh? Apa katanya barusan? Apa dia baru saja menolakku? Dia menolak seorang Xi Luhan??’

Aku membuka mataku dan langsung melihat wajahnya yang tersenyum sinis kearahku.

Wajahku rasanya memanas, tidak! bukan hanya wajahku, tapi hatiku juga. Aku merasa kesal. Belum pernah ada pria incaranku yang menolakku seperti ini sebelumnya. Aku sangat marah. Tiba-tiba perasaan itu datang lagi.

Perasaan tak diinginkan…perasaan terbuang…

Aku mengepalkan tanganku hingga buku jariku memutih. Aku sangat geram.

Sehun sudah berbalik dan menghilang kedalam kamar mandi, tapi aku masih menunduk, mematung ditempatku.

Tak lama kemudian Sehun keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkapnya, dan melewatiku begitu saja.

“Sampai kapan kau mau berdiri disitu? bukankah aku sudah menyuruhmu pergi? jadi cepat pergi!” dia lagi-lagi mengusirku.

Aku menggigit bibirku.

“Apa alasannya?” tanyaku padanya.

“…..”

“APA ALASAN KAU TAK MENYUKAIKU??” teriakku tak sabar.
Dia berjalan menghampiriku, lalu berlagak merapikan kerah kemeja yang kupakai.

“Aku hanya tak suka kau yang seperti ini Luhan…lagipula kenapa kau gampang sekali mengatakan kau menyukaiku, sepertinya baru kemarin aku melihatmu berciuman panas dengan namja tinggi itu” sindirnya.

Aku menggenggam pergelangan tangannya yang masih memegangi kerah kemejaku, lalu menuntun tangannya agar memeluk leherku. Aku mendongak menatapnya.

“Dia bukan siapa-siapa bagiku…aku bisa membuangnya kalau kau mau”kataku mencoba meyakinkannya.

“Jadi kau namja seperti itu? berciuman dengan orang yang bukan siapa-siapa lalu membuangnya begitu saja? apa kau juga sudah tidur dengannya? pantas saja kau sangat agresif…” katanya.

“A-aku…”

Aku tak melanjutkan ucapanku. Sesungguhnya aku juga tak tau harus berkata apa…semua ucapannya benar. Aku memang pria seperti itu.

Sehun lagi-lagi membelai pipiku.

“Kau sungguh berbeda dengan Siyan…” katanya tiba-tiba.

Cihhh…kenapa dia harus menyebut nama kakak kembarku itu disaat seperti ini…aku sangat benci…

“Jangan kau pikir kami sama hanya karena kami kembar! dan jangan menyebut namanya didepanku, aku tak suka!” tegasku padanya.

“Kenapa tak suka? Siyan sangat baik, aku menyukainya…” kata Sehun padaku.

Jadi itu semua benar…apa yang dikatakan gadis-gadis disekolahku semuanya benar…Sehun memang seorang gay dan dia menyukai kakak kembarku, Xi Huo Siyan…

“Kalau kau bisa menyukainya, kenapa kau tak menyukaiku juga?” tanyaku, muai kesal.

Dia tertawa, dan menarik tangannya yang sejak tadi memegang leherku.

“Sudah kukatakan kalian berbeda” jawabnya.

Aku berdecak kesal.

“Aku bisa menjadi Xiao Huo kalau kau mau!” kataku padanya.

Dia mengerutkan alisnya, bingung dengan ucapanku.

“Akan kubuktikan ucapanku!” kataku, lalu aku pergi meninggalkannya.

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 
Ini gila! Benar-benar hal yang tergila yang pernah kulakukan dalam hidupku. Tak pernah terbayangkan olehku kalau aku akan melakukan hal seperti ini hanya demi mendapatkan seorang Oh Sehun.

Aku bermetamorfosa menjadi seorang Xi Huo Siyan yang sangat kubenci. Aku mengganti gaya fashionku yang funky menjadi gaya remaja aristokrat yang elegan, terkesan seperti pemuda baik-baik. Sebenarnya aku lebih merasa seperti namja culun saat ini.

Aku mengganti gaya rambut spike milikku menjadi style berponi. Bahkan aku juga mengecat rambut merahku menjadi berwarna coklat madu sekarang.

Aku tak tahan menatap cermin lebih lama lagi. Aku sangat benci menatap bayangan diriku sendiri saat ini. Aku benar-benar seperti kehilangan diriku. Ya Tuhan…aku pasti sudah gila!
.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Semua siswa-siswi itu menatap kaget kearahku. Lagi-lagi aku mendengar apa yang mereka katakan.
‘Lihat itu…sekarang bukan hanya mirip, tapi mereka tampak sama’
Kali ini aku tak tertawa dalam hati seperti saat pertama mereka membicarakanku sewaktu aku baru datang kesekolah ini.
Justru saat ini hatiku seperti diremas-remas. Rasanya benar-benar sakit. Aku sangat benci menjadi sama seperti Xiao Huo, tapi aku tak punya pilihan. Aku juga tak mengerti dengan diriku sendiri.

Bukankah aku hanya ingin Oh Sehun menjadi milikku karena dia menyukai Xiao Huo? aku hanya tak ingin kalah oleh saudara kembarku itu…benar begitu kan?

Tapi kenapa aku bisa sampai melakukan hal seperti ini? aku bahkan sampai rela kehilangan diriku sendiri hanya demi mendapatkan pria berkulit pucat itu. Awalnya aku memang sedikit menyukainya karena dia adalah tipeku, tapi kenapa sekarang aku menjadi benar-benar terobsesi padanya? Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya…

Mungkinkah aku……mulai mencintai Oh Sehun??

.

 

.

 

.
Aku berjalan dengan mantap kekelasku. Ini pertama kalinya aku akan bertemu dengan Sehun setelah aku merubah penampilanku. Aku memasang senyum diwajahku saat aku melihat Sehun yang saat ini sudah duduk dimejanya.

Sehun tampak terkejut saat melihatku. Ah… aku sudah tak sabar, apa pendapatnya tentang penampilanku saat ini? aku sangat berharap dia bisa menganggapku sebagai Xiao Huo lalu menyukaiku.

Tapi, hingga jam belajar berakhir, dia tak mengatakan apapun. Apa yang salah? bukankah saat ini aku sudah tampak sama seperti Xiao Huo? jadi kenapa dia hanya diam dan tak mengatakan apapun?

.

 

.

 

.

Hari ke 2……
Hari ke 3……
Hari ke 4……
Hari ke 5……

Hari ke 15……

Sudah setengah bulan berlalu, tapi Sehun masih tetap diam…tidak, lebih tepatnya dia mendiamkanku.

Tapi kenapa?
Aku sudah berkali-kali mencoba berbicara padanya, tapi dia tak menggubrisku sama sekali. Dia bahkan bertingkah seolah dia tak mengenalku.

Apa salahku?

Apa dia benar-benar tak mau mengenalku lagi karena kenakalan yang kulakukan padanya tempo hari?

Aku tak bisa menahannya lagi! Entah kenapa aku sangat tak rela Sehun mengabaikanku seperti ini. Aku merasa sangat tersiksa…

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Akhirnya disinilah aku.

Berjongkok didepan pintu apartemennya seperti orang bodoh. Harga diri dan kesombonganku lenyap sudah setelah aku bertemu dengan Sehun.
Ya Tuhan….apa yang kulakukan?

Aku terkesiap dari lamunanku saat mendengar suara langkah kaki mendekat kearahku. Kutolehkan kepalaku dan kulihat Sehun berjalan mendekat sambil sibuk memainkan ponselnya. Aku berdiri dengan cepat,cdan kulihat dia sangat terkejut saat melihatku. Tapi dalam sekejap ekspresinya kembali dingin.

“Tolong menyingkir dari pintu, kau menghalangi jalanku” katanya ketus.

Aku menahan tangannya saat dia hendak memasuki apartemennya.

“Sehuna…kau tak bisa mendiamkanku terus-menerus seperti ini…”

“…..”

“Maaf jika kau marah karena aku lancang menyentuhmu tempo hari…kau sudah tau kenapa aku melakukannya”

“…..”

“Aku menyukaimu”

“…..”

“Aku….a-aku…mencintaimu….Sehun…” kataku serak.

Aku maju selangkah, memberanikan diriku memeluk perutnya dari belakang. Aku menempelkan pipiku ke punggungnya dan memejamkan mata, menikmati aroma tubuhnya yang sangat kurindukan.

“Bagaimana penampilanku sekarang? aku sudah membuktikan padamu kalau aku bisa berubah menjadi Xiao Huo…..Kau suka?”

Entah kenapa, tapi tiba-tiba saja Sehun melepaskan tanganku yang memeluk perutnya dengan kasar.

“Jangan berbicara lagi padaku, aku tak mengenalmu!” katanya padaku.

“Tak ke-nal?” tanyaku tak percaya.

Apa maksudnya dia berkata seperti itu?

“Sehun…aku-”

“Dan jangan bertingkah seolah-olah kau adalah Siyan…sekeras apapun kau berusaha, kau tetap adalah kau! Siyan tak sama seperti dirimu…dan Siyan itu-”

“DIAM!!!” teriakku memotong ucapannya.

Aku tak tahan. Ini menyakitkan. Entah apa yang terjadi pada diriku, tapi kini air mataku sudah mengalir dengan deras. Aku menutup telingaku rapat-rapat dengan kedua tanganku. Aku tak ingin mendengar apapun lagi tentang Xiao Huo. Terlebih semua kata-kata itu keluar dari mulut orang-orang yang kucintai. Aku sudah muak dibanding-bandingkan dengannya sejak kecil. Aku tak ingin tersiksa lagi oleh perasaan rendah diriku….

Sudah cukup Sehun…

Aku sudah lelah dengan hidupku…..

Semua orang yang kucintai tak ada yang menginginkanku…..

Semua membuangku…..

Mungkin aku salah telah mencintaimu….

Aku akan melupakanmu…..

Aku tak akan mengorbankan apapun lagi…..

Aku tak ingin kehilangan diriku lagi….

Selamat tinggal…..

Sesuai dengan keinginanmu….mari tak saling mengenal….


To Be Continued


A/N: Big Thanks to Ferina Rindhi ( Oh My Lady Design )

Advertisements