OTHELLO

Othello

.


B
y tmarionlie

.



H
unHan

.

 

Yaoi | Hurt & Comfort | Romance | Mature

.



.

 


CHAPTER 2


-All Luhan POV-

 

Aku meliriknya lagi, dan kulihat dia masih menatapku tajam sambil memainkan bolpointnya di bibirnya. Aku mendesah kesal. Apa sih maksudnya si rainbow hair Oh Sehun itu terus-menerus menatapku dengan tatapan aneh dan menusuk seperti itu? Dia benar-benar menatapku terang-terangan. Bahkan saat aku memergokinya memperhatikanku hingga berulang kali, dia bahkan tak mengalihkan pandangannya dariku sedikitpun. Membuatku kesal saja!

Aku menggigit bibirku. Ingin sekali aku menanyakan padanya, apa alasannya menatapku dengan tatapan aneh seperti itu.

Akupun menghadapkan tubuhku ke arahnya dengan cepat, bermaksud menyuruhnya agar menghentikan tingkahnya itu. Tapi saat aku sudah menghadap padanya, ternyata dia sudah mengalihkan tatapannya kearah Jung seosengnim yang sedang menerangkan pelajaran. Aku meremas bolpointku dengan kesal. Apa sih maksudnya?

Aku dan Sehun memang duduk bersebelahan, tapi jarak kami lumayan jauh. Disekolahku murid-murid diberi kursi dan meja masing-masing, jadi tak ada yang berbagi meja.

Kalau saja jarakku dengannya dekat, pasti aku sudah menegurnya sejak tadi. Aku harus menemuinya nanti. Aku tak suka ditatap seperti itu oleh orang lain, meskipun yang menatapku itu adalah orang yang kusukai.

Aku mendengus kesal. Hanya satu hal yang terlintas di otakku saat Sehun bersikap seperti itu padaku. Pasti alasannya adalah karena kejadian kemarin, saat dia memergokiku sedang berciuman panas dengan Park Chanyeol. Aku sungguh sial karena dia sudah melihat seberapa buruknya diriku…..padahal aku sudah memikirkan berbagai cara yang manis untuk menggaetnya. Aku ingin dia mengenal diriku sebagai pemuda baik-baik, bukan seorang yang brengsek seperti diriku yang sesungguhnya. Semua rencanaku hancur, ck!

Lagipula, kenapa sih dia harus menjadi tetanggaku? bahkan apartemen kami letaknya bersebelahan. Dasar sial!!! Sepertinya aku harus berpikir lebih keras agar dia mau menjadi kekasihku. Tapi, apa yang harus kulakukan?

Shit !!! aku kehabisan akal, dan akhirnya kuputuskan untuk menjadi diriku sendiri saja. Bukankah dia sudah mengetahui bahwa aku adalah namja yang buruk? Kupikir ini mungkin lebih baik, karena dengan begitu aku tak perlu repot-repot mengatur sikapku didepannya. Aku akan melakukan apapun agar Oh Sehun menjadi milikku. Aku menyukainya, dan aku pasti akan mendapatkannya.

.

.

.

Saat ini aku sedang berdiri dipagar sekolah. Aku sedang menunggu Sehun keluar dari kelas. Ini sudah hari ketiga sejak aku ditransfer kesekolah ini, tapi belum sekalipun aku pernah berbicara dengannya. Kemarin sehabis menegurku saat dia memergokiku sedang berciuman panas dengan Chanyeol, dia langsung masuk ke apartemennya sebelum aku sempat menyapanya.

Akhirnya kulihat sehun keluar dari dalam gedung sekolah ini. Tempat parkiran kendaraan siswa memang berada diluar pagar sekolah, karena itu aku menunggunya disini sejak tadi. Aku merapikan rambut merahku dan langsung memasang senyum terbaikku saat aku melihatnya berjalan kearahku. Dia sudah semakin mendekat, tapi dia tak melirikku sama sekali. Sialan!!! Padahal tadi dikelas jelas-jelas dia menatapku seperti hendak menelan diriku bulat-bulat.

Kuperhatikan terus dirinya. Dan benar saja dugaanku, dia hanya berjalan melewatiku tanpa melirikku sama sekali. Tapi dengan cepat aku meraih tangannya dan memberikan senyum menawanku padanya.

“Oh Sehun, bolehkah aku menumpang mobilmu? aku tak membawa mobil, dan tak ada yang kukenal disekolah ini…lagipula kita tetangga….jadi bolehkan??” kataku masih tetap memasang senyuman diwajahku yang tampan.

Kulihat dia menatapku aneh sambil mengerutkan keningnya. Mungkin dia sedang berfikir.

” baiklah…ayo…” katanya sambil menarik tangannya yang kupegang sejak tadi, lalu dia berjalan duluan meninggalkanku.

Aku bersorak di dalam hati. Yeah, walaupun sikapnya sedikit menyebalkan, tapi setidaknya langkah awalku agar dekat dengannya sudah berhasil. Akupun mengikuti langkahnya menuju mobilnya.

.

.

.

.

Sepanjang perjalanan pulang dia hanya diam tanpa mengatakan apapun. Tidak ada basa-basi, dan dia sama sekali tak melirikku. Sikapnya itu membuatku muak. Dasar munafik! Jelas-jelas dikelas tadi dia terus memperhatikanku sepanjang jam pelajaran. Kukira dia sudah mulai tertarik padaku, lalu kenapa sekarang seperti ini?

Aku tak tahan lagi. Aku harus tau apa alasannya dia bersikap seperti itu saat dikelas tadi.

“Sehun…apa ada hal yang aneh denganku?” tanyaku padanya, dan ini adalah suara pertama yang terdengar di dalam mobil karena sejak tadi kami hanya saling diam. Aku meliriknya, dan dia masih diam. Tapi akhirnya dia bersuara juga.

“Tidak” jawabnya singkat.

Aku mendesah pelan.

“jadi apa alasanmu terus-menerus menatapku seperti tadi saat dikelas? tanyaku lagi.

“aku tak harus mengatakan alasan apapun padamu” jawabnya datar hingga aku harus bisa menahan emosiku.

Aku hanya diam setelahnya.

Aku menatap wajahnya. Oh Sehun sangat tampan. Aku suka semua yang ada pada dirinya. Mata sipitnya…hidung mancungnya…dan bibir tipisnya…ingin sekali aku mencium bibir tipis menggodanya itu saat ini. Tapi belum saatnya…aku harus bisa bertahan sedikit lagi.

“Oh Sehun….apa kau sudah mempunyai yeojachingu?” tanyaku padanya. Aku sangat penasaran, tapi dia tak menjawab pertanyaanku.

“sudah punya atau belum?” tanyaku lagi, dan lagi-lagi dia mengabaikanku….benar-benar namja es yang menyebalkan. Tapi namaku bukan Xi Luhan aku tak berhasil menarik perhatiannya.

“apa kau seorang gay?” tanyaku to the point, dan pertanyaanku barusan sukses membuatnya menoleh padaku.

Akupun langsung melemparkan senyuman mautku padanya. Tapi lagi-lagi dia hanya diam. Bahkan saat ini dia membuang muka kearah lain. Pria yang menarik. Belum pernah ada pria manapun yang bersikap seperti ini padaku sebelumnya.

Aku melepas seatbelt yang menyilang ditubuhku dan mengarahkan bibirku ketelinganya.

“mau mencoba berkencan denganku? fiuhhhh….” bisikku seduktif sambil meniup telinganya.

Tanganku kini bergerak menuju pahanya dan mengelusnya perlahan. Kurasakan tubuhnya menegang karena ulahku, membuatku sangat ingin tertawa saat ini. Akupun pun menjadi semakin berani. Tanganku yang meraba pahanya kini sudah menjalar menuju penisnya yang tersembunyi dibalik celana, mengelusnya perlahan, dan kulihat wajahnya sedikit mengeras saat ini. Ah..dia pasti sangat gugup. Aku baru saja ingin membuka resleting celananya,t api tangannya sudah dengan cepat menarik tanganku.

“jangan bertindak diluar batas kalau kau tidak ingin kuturunkan disini, Xi Luhan!” katanya padaku. Matanya menatap tajam kearahku. Sepertinya dia sedikit kesal dengan ulahku barusan. Aku menunjukkan smirk andalanku padanya.

“kenapa marah? kau tidak suka?” kataku sambil menyeringai padanya.

Sehun tak menjawab. Dia menyalakan lagi mesin mobilnya yang sempat dimatikan saat aku menggodanya barusan, seterusnya dia hanya diam sampai kami tiba didepan apartemen. Dia berjalan mendahuluiku, tapi aku mempercepat langkahku agar sejajar dengannya. Aku terus-menerus tersenyum padanya meskipun dia tak mau melirikku sama sekali. Benar-benar pria yang menarik.

Kami sudah sampai didepan apartemen kami dan dia langsung masuk keapartemennya tanpa melirikku sama sekali.

BLAMM!!!

Oh? Dia bahkan membanting pintu apartemennya tepat didepan wajahku. Ckckck….kau sangat keterlaluan Oh Sehun!

Hahaha….mungkin dia agak sedikit nervous karena tingkahku tadi. Aku jadi semakin ingin menggodanya lebih jauh lagi.

.

.

.

.

Ini jam 8 malam. Tak ada yang kulakukan sejak pulang sekolah tadi, dan aku sangat bosan. Entah kenapa fikiranku kini seluruhnya hanya tersita untuk seorang namja tampan yang bernama Oh Sehun, tetanggaku tersayang.

Oh ya, aku tadi belum sempat mengucapkan terima kasih padanya karena sudah mau memberikanku tumpangan. Mungkinkah aku harus mengucapkan terima kasih dan meminta maaf padanya atas sikapku tadi?

Aku terkekeh saat menyadarinya. Benar juga, dengan alasan meminta maaf dan mengucapkan terima kasih, bisa membuatku menemui Sehun saat ini. Bingo!

Akupun berjalan menuju kulkas untuk mengambil bir kesukaanku serta beberapa makanan kecil lainnya. Aku memasukkan semuanya kedalam kantong plastik dan bergegas menuju apartemen Sehun.

.

.

ting-tong….

Sudah kesekian kalinya aku memencet bel, tapi Sehun tak kunjung membuka pintu apartemennya.Aku mendesah kecewa. Apa dia tak berada di dalam? Sepertinya aku kurang beruntung, ck!

Aku baru saja hendak melangkah kembali menuju apartemenku saat pintu apartemen Sehun terbuka. Akupun menoleh cepat kearah pintu apartemennya. Tapi-

Aku menelan ludahku dengan kasar dan dadaku berdesir karena melihat penampilan Sehun saat ini. Bagaimana tidak? saat ini yang kulihat dihadapanku adalah Sehun yang hanya mengenakan handuk yang meliliti pinggangnya dengan rambut yang basah dan acak-acakan. Tetes-tetes air masih menghiasi rambutnya yang membuatnya terlihat sangat ughhh…sexy

“ada apa?”

Fantasiku tentangnya langsung buyar saat aku mendengar suaranya.

“err…itu…aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena kau sudah mau memberiku tumpangan dan aku ingin minta maaf untuk sikapku tadi” kataku sambil tersenyum padanya.

“Ok” katanya singkat sambil hendak menutup pintu apartemennya kembali.

Tapi sebelum dia benar-benar menutup pintunya aku sudah menahan pintunya lebih dulu.

“setidaknya biarkan aku masuk dulu tuan Oh Sehun…aku sudah membawakan cemilan untukmu, sebagai permintaan maaf” kataku sambil menunjukkan kantong plastik yang kubawa tadi padanya.

Sehun membuang nafasnya kesal, tapi dia membiarkanku masuk juga akhirnya.

Akupun melangkah masuk keapartemennya dàn melihat-lihat isi apartemennya. Lumayan rapi,tak seperti apartemenku yàng berantakan. Tak ada dinding diapartemennya, sehingga seluruh ruangan akan langsung terlihat saat orang masuk kedalam. Kamàr tidurnya sangat rapi, dan hanya dibatasi oleh rak yang ramping sebagai pemisah kamar dan ruang tamu.

“duduklah…aku ganti baju dulu” katanya sambil berjalan menuju lemari pakaian yang berada disisi ranjangnya.

Aku menatap bodoh pada punggungnya yang sexy itu saat dia sedang memilih-milih pakaian dilemari. Tubuh Sehun benar-benar indah. Kulitnya putih seputih susu dan sangat mulus. Bahunya lebar, dan otot perutnya terlihat sangat kuat. Ingin sekali aku menyentuh perutnya yang datar itu. Eigghhhh….aku membuang nafasku, mencoba mengalihkan fikiran mesumku.

Tapi….tak ada salahnya juga jika aku menggodanya lagi saat ini. Moment ini sangat bagus. Hanya ada aku dan dia diruangan ini. Bukankah ini kesempatan yang sangat langka?

Kulihat dia berjalan menuju kamar mandi sambil membawa baju gantinya. Aku menatap punggungnya dan menyeringai.

Dengan gerakan cepat aku berjalan kearahnya. Tangannya hampir saja menyentuh kenop pintu kamar mandi, tapi dengan cepat aku menariknya dan membalikkan tubuhnya. Aku mendorongnya ketembok lalu langsung kusambar bibir tipisnya yang menggoda itu.

Dapat kurasakan kalau dia sangat terkejut dengan ulahku, tapi dia hanya diam. Kulumat perlahan bibir tipisnya itu dengan lembut. Ah..rasanya sangat manis. Aku bisa gila.
Tanganku yang tadi memegang bahunya perlahan turun kedadanya….lalu menjalar keperutnya. Kuraba perutnya yang  dengan jari-jariku tanpa melepaskan tautan bibirku pada bibirnya, dan kurasakan tubuh Sehun menegang. Baju yang dipegangnya sudah terjatuh kelantai. Ah…aku sangat menikmati momentmoment ini, dimana aku menguasai seorang Oh Sehun yang tampan.

Tanganku yang meraba perutnya bergerak turun semakin kebawah lagi….dan kurasakan kedua tangan Sehun perlahan terangkat dan menempel tepat didadaku….


To Be Continued


A/N : Big Thanks to Ferina Rindhi ( Oh My Lady )


Advertisements