Trouble Marriage

 

download

.

 

By tmarionlie

.

\

HunHan | ChanBaek | KaiSoo | KrisTaoLay

.

Drama | Hurt & Comfort | Romance | Marriage Life | Mature

.

.


CHAPTER 1


 

 

“Baek, kumohon jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintaimu…”

 

Pria itu terus-menerus menggenggam tangan kekasihnya, pria lainnya yang berwajah imut dan sangat cantik, yang saat ini terus-menerus menjatuhkan bulir-bulir air mata dari mata sipitnya.

 

Pria tinggi yang berkulit seputih susu yang memohon tadi merengkuh pria mungil dan imut itu kedalam pelukannya, namun pria mungil itu menolak.

“Sehun, aku sudah memutuskannya. Kita harus berpisah.”

“Baekhyun, kumohon jangan begini. Berikan aku waktu agar aku bisa menyelesaikan masalah perjodohan sialan ini pada orangtuaku. Aku yakin mereka akan mengerti.”

“Tidak Oh Sehun! aku tidak mau melanjutkan hubungan ini lagi denganmu, jadi jangan paksa aku!”

“Tapi aku mencintaimu!” sentak Sehun emosi.

Bekhyun juga mulai emosi, dan kini menatap tajam pada Sehun, namun sekejap kemudian pria mungil itu tertawa kecil.

“Sehun, katakan padaku, sebenarnya apa yang kau harapkan dari hubungan ini? Kau sangat paham bahwa orangtua kita saling membenci. Lagipula mereka sudah bermusuhan sejak masa dimana kau dan aku belum lahir di dunia ini. Hubungan kita tak akan pernah berhasil Sehuna…apalagi kita sesama namja.

“Mereka tau kalau aku gay !!’

“Tapi tetap saja-”

“Kalau yang kau khawatirkan adalah orangtuaku, aku bisa meninggalkan mereka untukmu Baek!”

Baekhyun terdiam. Sungguh, Baekhyun tak menyangka kalau perasaan Sehun sudah sedalam ini padanya. Baekhyun jadi merasa sedikit bersalah. Baekhyun menarik nafasnya dalam-dalam sambil mencoba mengatur kata-kata yang akan diucapkannya saat ini. Secara perlahan tangan mungilnya terangkat, dan jari-jari lentiknya kini mengusap lembut pipi Sehun yang langsung memejamkan mata saat Baekhyun menyentuh wajahnya.
“Maafkan aku Sehun…bahkan sejak awal kau sudah tau isi hatiku. Aku tidak bisa melupakan cintaku pada Chanyeol…”

Mata Sehun terbuka dan langsung menatap Baekhyun dengan tatapan terlukanya.

“Bahkan setelah 2 tahun kita bersama?” tanyanya lirih.

Baekhyun mengangguk, dan airmata Sehun mulai jatuh, namun pria pucat itu dengan cepat menghapusnya.

“Baiklah…aku mengerti…” kata Sehun pada akhirnya.

Pria pucat itu berbalik, hendak segera beranjak pergi dari tempat itu. Sungguh, Sehun merasa sudah tak sanggup lagi berada dekat dengan pria imut itu. Hatinya sangat sakit mengetahui kalau Baekhyun masih belum juga bisa melupakan perasaan cintanya pada Park Chanyeol, saudaranya sendiri, meskipun hanya saudara angkat. Bahkan Sehun dan Baekhyun sudah bersama dan menjalin hubungan selama 2 tahun lamanya, dan selama 2 tahun pula Baekhyun tak bertemu dengan Chanyeol, namun kenyataannya pria imut itu masih tetap mencintainya. Sehun kira selama 2 tahun ini dirinya telah berhasil merebut hati Baekhyun. Tapi tidak, karena buktinya kini Bekhyun tetap memilih berpisah dengannya. Mungkin Baekhyun memerlukan waktu sedikit lebih lama lagi, dan jika Sehun bisa, dia akan mengambil kesempatan itu meskipun harus sampai bertahun-tahun untuk membuat Baekhyun mencintainya. Namun perjodohan yang direncanakan oleh orangtuanya mengacaukan segalanya.

Sehun mulai melangkah pergi, namun tangan mungil Baekhyun memeluk erat perutnya. Sedikit, Sehun merasa harapannya muncul. Sehun sangat berharap kalau Baekhyun berubah pikiran dan memutuskan kembali menjalin hubungan ini, tapi Sehun salah, karena ternyata pria imut itu hanya mengucapkan terima kasih padanya.

“Sehun, terima kasih telah mencintaiku selama ini, dan juga….maaf….”

Sehun hanya diam. Tanpa mengatakan apapun, pria pucat itu berlalu pergi saat tangan mungil Baekhyun melepaskan tubuhnya. Sehun merasa perasannya kini telah hancur berkeping-keping.

 

 

.

.

Sehun Pov

.

Aku berjalan gontai kearah pintu kamarku. Sapaan dari Ayah dan Ibuku dilantai bawah tadi tak kugubris sama sekali. Aku marah. Aku kesal pada mereka. Mengapa hidupku harus diatur seperti ini? Aku tidak sudi!

Aku membanting pintu kamarku dengan kesal, lalu melemparkan vas bunga yang berada dimeja kamarku ketembok sampai hancur berkeping-keping. Aku tak memperdulikan  teriakan khawatir dari Ibuku diluar pintu kamar. Aku hanya ingin melampiaskan kemarahanku saat ini.

 

Aku mengambil secarik foto yang berada dimeja, fotoku dan foto Luhan saat kami masih kecil. Kenapa aku harus dijodohkan dengannya? Bahkan sejak kecil aku membencinya. Namja itu, sejak kecil sudah membuat hidupku terusik, dan kini aku harus menikah dengannya?  What the hell !!!

Kemarahanku tiba-tiba kembali muncul saat melihat foto itu. Dengan kesal kuremas-remas foto sialan itu lalu melemparnya begitu saja ke lantai.

“Xi Luhan….sebenarnya siapa kau sampai berani memunculkan dirimu sebagai calon pendamping hidupku dan mengacaukan hidupku yang berharga? aku bersumpah kau akan menyesali semua ini!”

 

.

End Sehun Pov

.

.


London, Inggris…


Luhan melepaskan pelukannya pada Paman dan Bibinya. Pemuda itu meletakkan kopernya disisi kaki kanannya, kemudian mulai memeluk Paman dan Bibinya secara bergantian. “Uncle, Aunty…terima kasih ya sudah merawatku selama aku berada disini. Aku pasti akan sangat merindukan kalian,” katanya pada adik ayahnya itu.

“Kami juga pasti akan sangat merindukanmu sayang. Setelah sampai di Seoul kau akan dijemput oleh Kai, tadi Kim Ahjumma sudah menelepon Uncle dan mengatakan kalau Kai yang akan menjemputmu di bandara.”

“Baiklah aku mengerti, Uncle Xi.

“Setelah menikah nanti, jangan lupa bawa suamimu yang hebat itu kesini. Uncle tak akan sanggup memimpin L & K corp ini sendirian…suamimu nanti harus membantu Uncle.

“Sehun masih kuliah Uncle...” kata Luhan, sedikit tersipu.

Pamannya hanya meresponnya dengan tertawa. “Ya sudah, pesawatmu akan segera berangkat. Kami ucapkan selamat atas pernikahanmu ya sayang…” kata bibinya sambil lagi-lagi memeluk Luhan.

Luhan hanya mengangguk dengan pipi yang sudah memerah. Setelahnya, dia bawa kakinya melangkah pergi menuju kearah badan pesawat yang akan membawanya pulang ke Seoul.

.

.

Luhan Pov

.

Sebentar lagi pesawat akan tiba di Incheon. Aku benar-benar sudah tak sabar lagi ingin segera sampai disana dan bertemu dengan Oh Sehun, cinta pertamaku.

Yeah…namja pucat itu…aku sangat menyukainya, bahkan sejak aku kecil. Dulu saat kecil aku sering main kerumahnya, dan mengganggunya hanya agar ia memperhatikanku. Meskipun kadang-kadang Sehun marah karena merasa terganggu oleh tingkahku, tapi aku tetap menyukainya. Apapun kulakukan agar aku bisa dekat dengannya, meskipun harus mengganggunya dan membuatnya kesal padaku. Yang penting aku bisa berada didekatnya, hal itu sudah cukup membuatku senang.

Saat di London, banyak pria  bule gay yang mencoba menarik perhatianku. Mereka bilang aku ini cantik, tapi tak ada satupun yang berhasil membuatku berminat, mungkin karena hatiku sudah terkunci dan hanya bisa ditempati oleh si Oh Sehun itu. Sehun…namja yang sangat kucintai…Sehunku. Bahkan bertahun-tahun tak bertemu dengannya, tak membuat perasaan cinta ini berkurang, malah semakin bertambah sampai-sampai aku tak bisa menahannya lagi. Karena itulah, saat tahu kalau aku dijodohkan dan akan segera menikah dengannya membuatku merasa bahwa tak sia-sia aku dilahirkan kedunia ini. Meskipun kini aku sudah tak memiliki orangtua lagi, namun hidupku terasa begitu indah.

Ahh…lama sekali sih pesawat ini sampai? aku sudah tak sabar lagi ingin segera bertemu dengannya. Bagaimana tampang Sehun sekarang? masih tampankah? masih dinginkah seperti dulu? aku sangat penasaran….

 

 

.

 

.

 

.

Akhirnya aku sampai juga. Aku memutar kepalaku kesana-sini, mencari orang yang akan menjemputku,tapi aku tak menemukannya. “Aishhh…kemana sih si hitam itu? bukankah dia yang akan menjemputku?” umpatku kesal.

Sesuai janji Kim ahjumma…anaknya yang akan menjemputku di bandara. Tapi mana sepupuku yang jahil dan hitam itu? aku tak melihatnya dimanapun.

Aku masih celingak-celinguk mencari Kai, tapi tiba-tiba sepasang tangan kekar memeluk tubuhku dari belakang.

“Uwaaaa….siapa kau?!!” teriakku terkejut sambil melayangkan sikutku dengan refleks meninju perutnya.

“Akhhh….” erang orang itu, yang kini sudah terjatuh dilantai bandara dan berguling sambil memegangi perutnya.

Dia seorang  namja berkulit hitam dan berpakaian funky, dan saat ini mengenakan topi hitam dan juga kacamata hitam. Ah…dia jadi terlihat semakin hitam.

Eh?? tunggu dulu….hitam??

Aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri saat tiba-tiba namja itu bangkit berdiri dan–

 

“YA!! kau sudah gila??? kenapa kau menyerangku?!” teriaknya.

 

–membentakku.

Aku menatapnya dengan seksama sambil memajukan wajahku mendekat kearahnya sampai dia menarik mundur kepalanya. Akhirnya aku sadar siapa namja hitam itu dan aku langsung tertawa keras setelahnya. “Ahaha, ternyata kau!” kataku geli.

Namja itu mendesis kesal, lalu membuka kacamata hitamnya dengan kasar dari wajahnya. “Aishhhh….sudahlah tak usah tertawa. Dasar jelek!”

Akupun menahan tawaku, tapi karena tak tahan akhirnya aku tertawa lagi, membuat Kai memajukan bibirnya sepanjang yang dia bisa. “Ya, tertawakan saja aku! Tertawa terus sebanyak yang kau bisa, dasar bodoh!” umpatnya kesal.

“Ahaha…siapa suruh kau tiba-tiba memelukku. Aku kira kau rampok.” kataku.

“Ap– Ya! Jangan sembaangan ya, enak saja kau! Hhh, ya sudahlah…ayo kita pulang…” katanya sambil menarikku pergi.

Akupun mengikuti langkahnya sambil tersenyum-senyum aneh, membuatnya kesal dan mencubiti pipiku sampai pipiku memerah.

“Hei, itu sakit! Rrrhh..”erangku, tapi si hitam ini malah tertawa. “Ishhh….kau berniat merusak wajah tampanku ya?” umpatku.

Kai melepaskan cubitannya dan menatapku dengan tatapan tololnya. “Ta-tampan katamu?”

“Eo. Memangnya kenapa?” tanyaku heran, tapi–

 

“Buahahahahahahahaha…..” sekarang gantian dia yang tertawa, membuat tatapan bingungku langsung mengarah padanya.

“Kau kenapa?” tanyaku heran, tapi dia hanya menggeleng sambil masih tetap tertawa menyebalkan. “Dasar gila kau!” umpatku kesal.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

Akhirnya aku dan Kai sampai dirumahku, rumah peninggalan almarhum Papa dan Mama yang kini ditempati oleh Kai dan Kim ahjumma. Selama aku kuliah di London, Kim ahjumma yang mengurus rumah ini. Dia adalah adik kandung ibuku, dan juga ibu kandung Kai.

Selama aku masih berkuliah, adik-adik Papa mengurus perusahaan keluarga kami. Dan kini aku telah lulus, aku sudah siap bekerja membantu mereka mengembangkan perusahaan yang sudah susah payah dibangun oleh Papa. Aku tak tau bagaimana perusahaan ini bisa diwariskan padaku, tapi aku akan berusaha semampuku untuk mengembangkannya sekuat yang aku bisa. Aku tak akan mengecewakan almarhum Papa dan Mama, Kim Ahjumma, juga Uncle Xi serta istrinya yang selama ini sudah bersusah payah mempertahankan bahkan mengembangkan perusahaan ini menjadi lebih besar, bahkan sampai keluar negeri.

Kai juga sat ini masih kuliah, dan tahun depan dia akan lulus. Mungkin dia juga akan langsung terjun ke perusahaan untuk membantuku. Dan Oh Sehun?? kuharap setelah kami menikah dan dia lulus nanti, dia juga akan membantuku mengurus perusahaan ini. Huffttt…sepertinya duniaku sudah akan segera berubah. Aku bukan lagi remaja yang bersekolah. Kini aku sudah dewasa, aku sudah 24 tahun, dan akan segera menikah dengan Sehun yang lebih muda 4 tahun dibawahku. Aku jadi penasaran, bagaimana hidupku nanti setelah menikah dengannya? aku harus mengurus keluargaku, dan juga perusahaanku, sepertinya melelahkan. Tapi memikirkan bahwa aku akan menikah dengan Sehun, membuat segala beban itu seolah lenyap tanpa bekas. Aku sudah tak sabar lagi….aku sudah sangat ingin menghabiskan hidupku dengannya. Dengan Sehunku…


To Be Continued


A/N : Bahasa FF ini masih sangat alay. Maklum aja ya, soalnya FF ini memang FF yang sangat jadul ( pertama kali dibuat tahun 2008 yang versi straight ). Aku udah berniat  memperbaiki kecacatannya yang bertebaran disana-sini, tapi masih terlalu males buat merombak ulang gaya bahasanya yang alay, jadi nikmati sajalah ke-alayanku ini, haha.

Advertisements